Distrik Surabaya Masa Kolonial

Pernah gak denger nama tempat Jaba Kota atau Gunung Kendeng. Pertama liat nama ini di sebuah arsip jaman kolonial. Dua nama ini adalah nama distrik di Surabaya,jadi selain gemeente di Suaraya juga dikenal distrik atau kawedanan. Denger lagi pas KKN,salah satu staf kelurahan sempet cerita soal kecelakaan yang dialami kawan KKN di wilayah kecamatan Wiyung,trus ada yang nimpali “Ooo,nang daerah Gunung Kendeng ta?”. Trus pernah liat lawakan Kartolo,Sapari sempat berujar bahwa dia tinggal di Jaba Kota (bukan njobo kutha) waktu ditanya alamat oleh lawan mainnya.
Sampai tahun 1930an,wilayah kota Surabaya belum mencakup wilayah Kotamadya Surabaya saat ini. Wilayah kota di sebelah timur mulai wilayah kapasan ke selatan ke pacar keling,karang menjangan sampai ngagel. Sedang sebelah selatan dibatasi kalimas mulai gunung sari sampai ngagel. Untuk batas barat dari gunung sari melalui raya diponegoro (d/h Karel Reizner Blvd),raya Arjuno,tidar,jalan semarang samapi jalan indrapura sekarang. Bahkan jalan Indrapura dulu bernama Westenbuiten straat atawa jalan barat luar.
Wilayah Jaba Kota sendiri berada di sisi timur laut sampai tenggara sedang wilayah Gunung Kendeng ada di barat daya sampai barat kota. Sedangkan wilayah Wonokromo sempat dianggap bagian terpisah dari kota(bisa dibilang pinggir kota) dengan kegiatan BPM di Jagir yang menonjol. Jadi yang merasa mepet Surabaya pikir2 deh kalo mau ngaku Arek Surabaya apa dari dulu dah masuk wilayah Surabaya (just kidding) termasuk saya yang cuma sekilo dari batas kota Surabaya. Meski demikian hubungan antara warga kota Surabaya dengan sekitarnya cukup dekat kait berkait ntar dibahas di sesi lain ok.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: