Apakah Bakso Malang yang Anda Makan itu Asli?

Beberapa tahun lalu saat ada di Jogja,saya menyempatkan untuk menyantap bakso di dekat Kampus UGM. Melihat dari gerobak baksonya memang ada tulisan Bakso Malang dan sekilas bakso yang disajikan memang sesuai dengan ciri-ciri bakso Malang. Namun alih-alih mendapatkan rasa bakso yang diinginkan, kecewalah yang muncul, rasa bakso tidaklah menunjukkan ini memang bakso Malang. Terlebih setelah mendengar gaya bicara sang penjual gak malangan blas atau setidaknya gaya bahasa Jawa Timuran. Wah bisa-bisa cara orang dagang bakso mengelabui dagangannya. Menurut saya baksonya lebih banyak kanji atau acinya dari pada daging dan alot pula. Dengan harga yang sedikit lebih mahal dari bakso langganan yang biasa saya nikmati cuma dapat pengganjal perut saja siang itu.

Kapan hari sempat juga blog walking, ternyata tudak saya saja yang mengalami kekecewaan akibat bakso Malang aspal ini. Ada oknum-oknum yang memanfaatkan ke-ngetop-an bakso Malang untuk mencari untung. Ya meskipun masih halal tapi mungkin juga bikin kecewa beberapa orang, seperti saya hehehehe.

Secara kebetulan juga tukang bakso keliling langganan saya di rumah memang benar-benar asli Malang. Sebut saja Pak Ri biasa jualan siang hari dan Pak Wi yang biasa lewat sore hari. Karena sudah kenal dan mereka sudah berjualan selama bertahun-tahun di kampung saya, mereka pun sudah akrab dengan warga kampung, kebetulan mereka sering berhenti ngepos di depan rumah.

Awalnya sekadar iseng tanya kemana mereka jika sedang libur berjualan, mereka pun menjawab pulang ke Malang. Setelah aku tanya lagi daerah Malang mana rumahnya, kebetulan mereka berasal dari wilayah Malang Selatan. Ya kedua pedagang bakso ini tetangga desa di Malang dan mereka pun saling mengenal satu dengan yang lain. Pak Ri sudah lebih dari 10 tahun berjualan di kampungku, mulai sendiri sampai sekarang mengajak kerabat dan tetangga ikut berjualan di Gresik. Sedangkan Pak Wi masih 5 tahunan berjualan bakso mengikuti tetangganya yang sudah jadi juragan bakso di desa sebelah. Tetapi yang menarik dari mereka, tidak satu pun disebutkan nama Bakso Malang di gerobak mereka. Dan buktinya mereka pun tetap sukses dengan jualannya.

Saran saya mending ngaku aja deh bukan orang Malang atau bikin bakso dengan merek sendiri toh kalo terkenal juga yang orang kenal juga nama anda sendiri. Sekarang memang ada waralaba bakso Malang yang sudah menasional macam Bakso Kota atau Cak Man,mending gini juga jelas. Ada juga yang mulai memakai nama kotanya sendiri seperti Bakso Ngawi, biarpun saya jarang nemuin makanan khas bakso kalau sedang main ke Ngawi. Jadi pilihan memang di tanagn kita mau asli Malang atau pura-pura Malang? yang penting halal

  1. karena terbiasa dengan bakso malang yang isinya sangat variatif, saya menjadi tidak berselera dengan bakso-bakso yang dijual di sekitar cikarang. biasanya hanya bakso + mie/bihun + rajangan daun sawi saja

    • Andre
    • Januari 14th, 2013

    Iya betul-betul… Kalo ngaku2 tapi palsu kan gak terpercaya itu… Mending dateng langsung ke Malang aja wisata kuliner sendiri… Kalo butuh info tempat2 kuliner skalian tempat nginep yang okee, ini ada rekomendasi tempat nginap informatif harga terjangkau… More info klik http://www.kartikagrahahotel.com

  2. oskab ngalam.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: