Konvoi : Sebuah Cerita

Sebenarnya kejadian ini terjadi beberapa bulan lalu saat saya melakukan perjalanan dari Kediri ke Surabaya. Ditengah perjalanan di daerah Badas Kediri, mobil yang saya tumpangi berjalan beriringan dengan konvoi salah satu klub sepeda motor menuju arah Jombang. Meski beriringan konvoi sepeda motor ini terlihat tertib dan tidak memakan seluruh badan jalan. Lampu sein dan kode tangan digunakan dengan baik tanpa harus menggangu pengguna jalan yang lain. Tidak nampak pula pengawalan maupun suara sirine serta kilatan lampu strobo dalam konvoi kelompok sepeda motor tersebut. Alih-alih memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, mereka justru berjalan biasa saja. Mungkin karena saat itu hari minggu siang menjelang sore dimana banyak kendaraan yang akan balik ke arah Surabaya. Tak hanya pengemudi, pembonceng yang kebetulan cewek juga cukup sigap memberi kode tangan kepada pengendara lain dibelakang. Akhirnya saya berpisah dengan rombongan konvoi motorsport jepang tahun 90an tersebut di Jombang.

Hari itu memang jalanan ke arah Surabaya cukup ramai mengingat tanggal muda banyak orang yang pulang kampung. Tak hanya di perjalanan Kediri_Jombang saja hari itu saya beriringan dengan konvoi, tapi juga di daerah ByPass Krian. Kali ini yang lewat rombongan kepolisian Dari Sekolah Polisi Negara Mojokerto. Seperti layaknya konvoi kepolisian suara sirine dan lampu strobo digunakan untuk membelah lalu lintas By Pass Krian. Sebagai pengguna jalan, saya lalu memberi jalan bagi iring-iringan aparat kepolisian tersebut. Nampak selain mobil patroli jalan raya ikut pula bis berisi siswa sekolah Kepolisian. Alhasil perjalanan pihak Sekolah Polisi ini berjaln lancar. Kendaraan yang lain pun masih bisa berjalan dengan lancar.

Sampai di daerah trosobo sebelum fly over, saya dikejutkan dengan suara sirine yang berasal dari belakang. Saya tengok ke kaca spion tidak nampak lampu strobo baik milik polisi maupun ambulance. Sempat terpikir bahwa suara ini berasal dari kendaraan PMK atau ambulance yang sedang terburu-buru menjalankan tugas. Dengan kondisi jalan yang cukup ramai mencari selah untuk menepi cukup memakan waktu. Dan tiba-tiba pemilik suara sirine tadi pun melintas dengan kecepatan tinggi sambil berlenggok di ramainya jalanan sore itu. Ternyata pemilik sirine itu tadi adalah rombongan konvoi motor besar asal negeri Paman Sam. Tanpa pengawalan dari kepolisian, pengendara moge menyalakan sirine dan strobo untuk meminta jalan. Dengan perasaan agak jengkel, saya cuma bisa mengelus dada prihatin. Nampak para pengendara motor besar ini sedang terburu waktu untuk segera sampai ke tujuan. Sedang sakit perut untuk segera menuntaskan hajat buang air besar atau sedang terburu untuk segera sampai ke kantor untuk selesaikan pekerjaan. Entahlah urusan apa yang mendorong mereka melakukannya.

Ya mungkin itulah kenyataan di jalanan kita ini hari, sing waras ngalah mungkin tepat adanya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: