Semanggi Suroboyo

smanggi1

Semanggi Suroboyo, Lontong Balap Wonokromo

di makan enak sekali, sayur semanggi krupuk puli
bung… beli…
harganya sangat murah, sayur semanggi suroboyo
didukung serta dijual, masuk kampung, keluar kampung
bung.. beli…
sedap benar bumbunya dan enak rasanya
kangkung turi cukulan dicampurnya
dan tak lupa tempenya
mari bung, mari beli, sepincuk hanya setali
tentu memuaskan hati

mari beli, sayur semanggi, bung… beli…

Lagu dari S Padimin yang populer di tahun 50-an ini sedikit memberi gambaran tentang makanan khas Surabaya. Dengan bahan utama daun semanggi yang biasa tumbuh di pematang sawah lalu disiram bumbu khas yang terbuat dari ketela. Karena bentuknya yang mirip beberapa orang mengenalnya dengan sebutan pecel semanggi, meskipun menurut saya pecel lebih cenderung identik dengan bumbu kacang.

Satu hal yang pasti sajian kuliner ini cuma ada di Surabaya, kalau pun dijual di luar Surabaya kemungkinan pembuatnya pasti berasal dari Surabaya. Uniknya penjual semanggi ini biasanya datang dari wilayah Benowo dan sekitarnya (Kendung,Sememi,Pakal). Ini bisa dimengerti karena di wilayah itulah masih tersisa sawah dan tegalan tempat menanam semanggi. Tetapi beberapa tahun terakhir justru sebagian besar bahan baku semanggi didatangkan dari luar Surabaya seperti Jombang dan Lamongan. Adapun tegalan semanggi sendiri masih tersisa di beberapa tempat seperti di Kendung dan Klakah Rejo meskipun kondisinya semakin terdesak pembangunan perumahan.

Menurut pengamatan saya dan sedikit obrolan dengan bakul semanggi langganan, ada beberapa “tipe” penjual semanggi. Pertama penjual semanggi yang memiliki tegalan semanggi sendiri. Biasanya beberapa penjual semanggi urunan bertanam semanggi di lahan bersama. Biasanya penjual tipe ini tidak berjualan setiap hari, seminggu cuma 3-4 kali. Ini terkait dengan stok dari semanggi itu sendiri yang dipanen bergantian. Kedua penjual semanggi yang mendapat pasokan semanggi dari luar kota seperti dari Lamongan. Menurut penuturan penjual semanggi di kampusku dulu, dia mendapat kiriman semanggi dari Lamongan setiap 2-3 hari sekali bergantung kondisi pengiriman. Pedagang semanggi ini ada dua macam: yang memakai modal sendiri dan yang pakai modal orang lain atau juragan. Khusus penjual yang memiliki juragan segala keperluan bahan baku dipenuhi oleh sang juragan, penjual tinggal mengolah sendiri. Salah satu juragan semanggi yang saya tahu ada di daerah Kupang, dan tetap para juragan ini mengambil tenaga dari wilayah Benowo dan sekitarnya. Dari Benowo para penjual semanggi ini biasa berangkat beramai-ramai dengan bemo/angkutan kota (biasanya sih lyn I). Sedang semangginya sendiri para juragan ini memperoleh dari Jombang. Ada pula yang menjual semanggi di depot makan seperti di kawasan Dempo Surabaya atau puja sera Plaza Surabaya. Ini bisa jadi rujukan tempat untuk menikmati semanggi, mengungat penjual semanggi ini biasanya berjualan keliling kampung atau perumahan.

Menurut penuturan penjual semanggi langganan saya(maaf saya lupa namanya biarpun udah langganan) mengolah semanggi agak berbeda. Semanggi yang dipakai tidak lah semanggi yang segar tetapi semanggi yang sudah dilayukan terlebih dahulu. Dan proses pelayuannya pun menggunakan kantong plastik dengan perlakuan tersendiri. Bila salah saat membawa atau melayukannya sayur semanggi yang dihasilkan tidak dapat digunakan. Sedang bumbunya berasal dari ketela yang sudah dikukus dipadu dengan bumbu dapur. Bumbu inilah yang membedakan rasa semanggi antara penjual yang satu dengan yang lain bagi beberapa orang.

Selain bumbu dari ketela tadi ada beberapa bahan yang juga jadi pelengkap semanggi seperti daun pepaya, kecambah, dan tentu saja krupuk puli atau krupuk beras. Tapi yang agak berbeda jika di wilayah Gresik penjual semanggi juga melengkapi diri dengan rempeyek baik rempeyek kacang maupun ikan.

Bagi saya sendiri manfaat sayur semanggi ini selain untuk makan yang jelas membantu sekali jika kita mengalami susah buang air besar. Dijamin buang air besar kembali lancar setelah mengkonsumsi sayur semanggi (menurut pengalaman saya lho). Tapi jangan terlalu pedas ya sambalnya, nanti malah kebablasan jadi mules. Ini dapat dimaklumi mengingat diet atau pola makan orang Surabaya yang tidak ramah serat, maka sayur ini jadi solusi penyeimbang.

Tapi jangan salah ada juga orang yang tidak terlalu suka dengan semanggi, karena image semanggi yang tumbuh di pematang sawah yang sering diinjak-injak orang jika pergi ke sawah. Dan kesan masakan murahan karena bahan bakunya terkesan gak bondo alias tinggal petik dipinggir sawah.

Ini lah sedikit cerita saya tentang semanggi, sayur khas Surabaya. Selamat Hari Ulang Tahun Surabaya ke 721. Biarpu saya bukan asli Surabaya tapi sebagian hidup saya ada di sana. Soal harga bervariasi mulai 5000-15000an tergantung tempat penjualnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: