Kue Kaleng

Yah gak beli kue buat lebaran?”, tanya anak mbarep sambil menunjuk tumpukan biskuit kaleng di sudut toko swalayan langganan beberapa hari yang lalu. “Belum dulu ya kak”, jawab saya ringan. Sepulang di rumah saya teringat seorang kawan yang dulu bekerja sebagai tenaga penjualan keliling perusahaan consumer goods.
Kerja jualan biskuit kaleng ini paling baru terasa waktu sebelum ramadhan hingga akhir bulan lepas lebaran. Bulan-bulan sebelum ramadhan biskuit-biskuit kalengan ini mulai disebar ke penjuru pasar mulai desa,kota kecamatan,hingga pasar swalayan di kota besar. Mungkin ini penyebab beberapa item biskuit kalengan ini ada yang baru muncul menjelang lebaran.
Saat iklan mulai muncul di media massa, biskuit kalengan ini pun sudah harus siap tersedia di rak toko. Pun ini berlaku juga bagi sirup. Penjualan pun ikut terdongkrak hingga berlipat lipat.
Tak pelak hingga ada produk biskuit legendaris negeri ini mengklaim diri sebagai biskuitnya lebaran. Dan jangan lupakan iklan sirup yang kini jadi penanda bakal masuknya bulan puasa.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: