Nasi(onalisme) Pecel

image

Sebungkus bumbu pecel tergeletak di sudut meja makan rumah ibu. “Kok masih utuh dan masih tersegel rapi” tanyaku dalam hati. Iseng-iseng aku minta buat persediaan di rumah dan ternyata diijinkan oleh ibu. Sampainya di rumah kuamati ternyata sambel pecel ini berasal dari kota di barat Jawa Timur. Seorang kerabat membawanya sebagai buah tangan.
Bagi warga Jawa Timur umumnya pecel bisa dikatakan jadi makanan sehari-hari. Tak hanya itu setiap kota hampir memiliki nasi pecel khasnya. Dan bagi beberapa orang bahkan ada yang fanatik dengan pecel daerah tertentu.
Cerita lain saat hamil anak ke dua, istriku tiba-tiba ingin pecel kediri,tentu ini hal yang mudah jika saat itu posisi ada di rumah mertua yang ada di sudut kabupaten Kediri. Tapi saat itu sudah mendekati masa detik-detik persalinan dan tidak mungkin membawa pecel langsung dari Kediri. Untunglah setelah berburu warung pecel akhirnya sebungkus nasi pecel Kediri lengkap dengan sambel tumpangnya dapat terbeli meskipun letak warungnya agak nyelempit. Rasa puas terpancar dari istriku bahkan tempenya pun mirip dengan yang ada di rumah begitu komentar yang keluar.
Lain cerita dengan ibu, lahir di kota sebelah selatan Jawa Timur yang juga terkenal dengan pecelnya. Sambel pecel jadi barang yang hampir selalu ada dalam tas. Beda rasanya sambel pecel yang ada di Gresik dengan yang beliau bawa, jelas ibu saat ditanya alasannya. Seolah ada ikatan antara keduanya. Meskipun untuk saat yang lain nasi pecel mana pun juga dinikmati. Tetapi nasi pecel dengan pakem daerah tertentu juga masih melekat di lidah warganya meski sudah berpindah tempat tinggal.

  1. pecel pake mie enak dah kak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: