Goreng Kopi

image

Hampir dua tahun ini kegiatan goreng kopi jadi salah satu aktivitas dapur kesukaan saya. Harum wangi kopi terkadang masih terasa di dapur beberapa hari. Sebenarnya menggoreng kopi bukan hal asing lagi di keluarga. Dulu saat SMA hampir tiap bulan tugas menggoreng kopi tak terlewatkan.
Saat belanja bulanan ibu memasukkan kopi mentah dalam daftar belanjaan. Maklum saja dari dulu bapak memang gemar menikmati kopi. Bukannya tak percaya dengan produk kopi yang beredar di pasaran tapi selera memang tidak bisa terganti.
Sayangnya aktivitas ini sempat terhenti saat saya kuliah dan bapak sempat sakit sehingga harus menghentikan kebiasaan minum kopi.
Kopi yang dipilih pun bukanlah kopi yang aneh-aneh, cukup kopi robusta lokal yang dibeli di pasar dekat rumah. Menggorengnya juga tidak menggunakan alat roasting canggih. Wajan penggorengan lah jadi alat andalan untuk menggoreng kopi.
Tidak ada trik atau perlakuan khusus dalam menggoreng kopi dengan wajan ini. Cukup panaskan wajan beberapa saat sebelum memasukkan biji kopi mentah. Setelah dirasa cukup panas masukkan biji kopi ke dalam wajan. Biasanya saya memasukkan 250 gram kopi sekali sangrai. Setelah biji kopi dimasukkan sendok kayu digunakan untuk mengaduk. Proses mengaduk ini berlangsung terus menerus hingga kopi dirasa cukup matang atau siap diangkat. Waktu yang diperlukan sekitar 20-30 menit atau menyesuaikan tingkat kegosongan kopi. Dulu saat awal menggoreng kopi saya sering menggoreng hingga biji kopi berwarna hitam pekat. Tapi kini saya cenderung menghindari kopi yang terlalu gosong. Setelah suara pecahan biji kopi kedua, api kompor sudah dimatikan sambil masih mengaduk biji kopi.

image

Biji kopi yang masih panas lalu diangin-angin beberapa saat sebelum dimasukkan ke tempat penyimpanan. Bila dulu setelah dingin kopi langsung digiling maka sekarang biji kopi sangrai disimpan dulu. Jika hendak disajikan barulah biji kopi tersebut digiling sesuai kebutuhan.

image

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: